Pengungsi Rohingya Ketahuan Pakai KTP Palsu, Diduga Dibuat di Medan

MEDAN – Keberadaan pengungsi Rohingya di Indonesia menjadi buah bibir di tengah masyarakat. Pro dan kontra mencuat dalam melihat tepat atau tidaknya penempatan pengungsi di wilayah Indonesia.

Pengungsi Rohingya ini ditemukan di beberapa wilayah. Salah satu daerah yang menjadi titik kumpul adalah Aceh.

Jika memperhatikan keinginan pengungsi, mereka hanya ingin menjadikan Indonesia sebagai titik transit. Tujuan utama mereka pada umumnya adalah Australia.

Namun, berbagai persoalan selalu timbul dari para pengungsi. Kali ini beberapa di antara para pengungsi Rohingya diketahui menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu.

CNN Indonesia melaporkan bahwa terdapat 8 pengungsi etnis Rohingya diduga memasuki wilayah Nusa Tenggara Timur dengan membawa KTP palsu. Diduga, mereka membuatnya di Kota Medan, Sumatera Utara.

Wali Kota Medan, Bobby Nasution, saat dimintai tanggapan perihal dugaan KTP palsu ini mengatakan bahwa dia akan menindak tegas aparatur Pemko Medan jika terbukti terlibat.

“Hari ini banyak warga yang mau membuat KTP Medan untuk berobat ada beberapa kasus, ada pemalsuan data agar bisa kerja di luar negeri. Siapapun aparat Pemko Medan yang terlibat hukumannya, kita akan beri hukuman berat,” kata Bobby Nasution.

Temuan warga Rohingya menggunakan KTP palsu terkuak saat pengawasan orang asing Polres Belu, Nusa Tenggara Timur menangkap delapan pengungsi di Desa Takirin, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tinggalkan komentar