4 Cara Menjadi Perencana Keuangan Profesional yang Sukses

Anda berpikir untuk menjadi seorang perencana keuangan? Ini merupakan profensi bergengsi. Anda bisa menemukan langkah demi langkah untuk menjadi perencana keuangan sukses dari uraian berikut ini.

Sebanyak 95 persen pekerjaan perencanaan keuangan berkaitan dengan penumpukan dan pelestarian kekayaan. Terdengar sederhana. Memang benar demikian.

Prinsip dasar penumpukan kekayaan ini sederhana: klien harus hidup di bawah kemampuan finansial dan menyimpan uang selama periode panjang. Perencana keuangan sukses harus meyakinkan kliennya untuk percaya dan mengamalkan prinsip ini.

Penumpukan kekayaan dan menyimpan uang perlu disiplin, pengorbanan, dan keputusan untuk menyimpan daripada mengeluarkan.

Dalam buku terlaris “The Millionaire Next Door”, penulis mewawancarai jutawan di seluruh Amerika. Kesimpulannya, satu kesamaan di antara mereka adalah kebiasaan menabung mereka yang luar biasa.

Jadi, perencana keuangan mendorong klien muda untuk menyimpan uang dan membantu klien lebih tua melestarikan serta mentransfer kekayaan mereka kepada orang yang dicintai dan amal pilihan mereka.

Ini adalah rangkuman cara menjadi perencana keuangan yang disampaikan oleh Chas P. Smith dalam AICPA Personal Financial Planning Conference.

1. Perencana Keuangan Mendidik, Bukan Memerintah

Belajar tips perencanaan penting dari Darrell Cain. Ia mengatakan pekerjaan perencana keuangan adalah mendidik daripada memerintah dalam proses perencanaan keuangan.

Anda harus secara objektif menyajikan pilihan yang tersedia dan konsekuensinya kepada klien. Biarkan mereka membuat keputusan akhir. Anda hanya bertindak sebagai pelatih profesional, bukan pemilik tim.

Misalnya, jika Anda punya klien berusia 30-an dengan asuransi jiwa tidak mencukupi. Anda kemudian merekomendasikan asuransi jiwa berjangka 15 atau 20 tahun. Sederhana!

Namun, perencana keuangan terbaik akan menyajikan berbagai pilihan dan ilustrasi asuransi permanen dan berjangka. Dengan demikian, klien punya pilihan untuk membuat keputusan. Pendekatan ini lebih efektif daripada hanya memberi tahu klien apa yang harus dilakukan.

2. Kumpulkan dan Pelajari Data Klien

Proses perencanaan keuangan dimulai dengan mendapatkan berbagai data dari klien. Termasuk tujuan, kekhawatiran keuangan, arus kas, neraca, pengembalian pajak, wasiat dan trust, polis asuransi, laporan perantara, dan informasi lain yang relevan. Ini bisa menjadi bagian menantang dari proses perencanaan bagi klien. Anda harus belajar untuk sabar dan membantu.

Selanjutnya, Anda perlu mengorganisir dan mempelajari data, menyiapkan salinan kerja dari rencana menggunakan perangkat lunak perencanaan keuangan. Selama pertemuan klien pertama, Anda perlu meninjau semua data dan mengenal klien.

3. Buat Daftar Tindakan

Dari pertemuan pertama, Anda dapat membuat “daftar tindakan” dari item-item yang telah diputuskan klien untuk diimplementasikan untuk meningkatkan keuangan dan mencapai tujuan keuangan.

Anda perlu menggunakan judul dan item untuk penekanan dan kejelasan. Pendekatan terstruktur ini membantu membimbing klien menuju tujuan keuangan mereka.

4. Proses Pendidikan

Pada pertemuan kedua, biasanya berlangsung selama dua hingga empat jam. Anda perlu meninjau daftar tindakan secara detail. Bahas siapa yang bertanggung jawab untuk melaksanakan setiap item.

Anda perlu mengalokasikan waktu untuk menjelaskan sejarah pasar saham dan obligasi, tingkat pengembalian yang diharapkan secara wajar, alokasi aset, efisiensi pajak, dan pentingnya biaya rendah. Proses pendidikan adalah komponen kunci kesuksesan perencana keuangan.

Pertemuan berikutnya berlangsung 30 hingga 60 hari kemudian. Di sini, Anda meninjau transfer investasi dan membahas kemajuan implementasi item dari daftar tindakan. Pertemuan ini penting. Terutama jika Anda mengelola investasi klien. Sebab ini memberikan keyakinan kepada klien dan menanggapi pertanyaan yang mungkin mereka miliki.

Selama tahun pertama sebagai perencanaan keuangan, beberapa konferensi dan panggilan telepon terjadi. Tergantung pada kompleksitas keuangan klien. Setiap kontak klien adalah kesempatan bagi Anda untuk menunjukkan pengetahuan dan komitmen Anda untuk membantu dalam mengambil keputusan penting. Akhirnya, itu akan membimbing klien menuju kemandirian finansial.

Pada tahun-tahun berikutnya, biasanya perencana keuangan terbaik memiliki dua hingga tiga pertemuan setiap tahun. Ini mencakup tinjauan portofolio dan kinerja, serta perbandingan dengan benchmark.

Sebagian besar waktu pertemuan difokuskan pada isu-isu perencanaan keuangan lainnya. Contohnya, pendanaan pendidikan, perencanaan warisan, perencanaan pajak penghasilan, dan pengelolaan risiko.

Anda kemudian memperbarui daftar tindakan untuk item selesai dan menambahkan yang baru sesuai kebutuhan. Perencanaan keuangan adalah proses berkelanjutan sepanjang hidup, bukan suatu peristiwa sekali waktu.

Tinggalkan komentar